Halaman

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

05 Maret 2022

Menghidupkan Imajinasi Cerita Dalam Pikiran Berbentuk Tulisan

Cara menghidupkan sebuah imajinasi cerita di dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan
Menulis inspirasi cerita ke dalam tulisan

Pernahkah kamu berimajinasi? Kamu pasti permah membuat cerita dalam pikiranmu. Entah itu kejadian nyata atau hanya keinginanmu. Apakah cerita kamu berbentuk tulisan? Lalu, bagaimana caranya menghidupkan cerita yang kamu tulis itu?
Sebelum itu, kamu harus sudah tahu apa yang kamu tulis. Bagaimana kehidupan karakter itu? Bagaimana dunia atau kota yang mereka tempati? Hal itu penting untuk bisa menghidupkan karaktermu yang tidak hanya kamu tulis, tapi juga selalu ada dalam pikiran.

Sebuah cerita yang baik adalah sebuah cerita yang hidup. Cerita yang dapat membuat orang lain merasakan imajinasi kamu. Agar cerita yang kamu tulis semakin hidup, berikut cara menghidupkan cerita yang sudah kamu tulis.

Mengapa menghidupkan imajinasi cerita dalam pikiran itu penting?

Pertama, kamu harus tahu mengapa menghidupkan imajinasi cerita dalam pikiran itu penting.

Sebenarnya, membentuk sebuah tulisan dari imajinasi cerita dalam pikiran kamu merupakan salah satu cara menghidupkannya. Ada banyak alasan mengapa menghidupkan sebuah cerita dalam bentuk tertulis itu penting. Bisa dari sudut pandang penulis, yaitu kamu, atau dari sudut pandang pembaca.

Bila dilihat dari sudut pandang pembaca, sebuah cerita yang hidup dapat membuat mereka terhanyut dalam cerita yang kamu tulis. Pembaca akan menangkap maksud yang kamu tulis dan memiliki imajinasi yang sama dengan kamu. Selain itu, mereka juga akan merasa mendapatkan ikatan batin dan terus membaca cerita kamu tanpa bosan.

Cerita lebih solid dan tanpa plot hole

Dari sisi penulis, ceita yang lebih hidup akam membuat cerita tersebut lebih solid. Imajinasi yang kamh tuangkan dari dalam pikiran kamu tidak hanya sekadar tulisan. Dia benar-benar bisa dirasakan oleh kamu, dan yang lainnya.

Selain itu, menghidupkan sebuah cerita juga akan meminimalisasi adanya plot hole.

Plot hole adalah sebuah keanehan dalam sebuah cerita karena kurangnya penjelasan dalam cerita. Misalnya, seorang tokoh dari cerita kamu yang asalnya jahat tiba-tiba menjadi baik tanpa dijelaskan kenapa hal itu bisa terjadi. Bagaimana mau menjelaskan hal itu kalau kamu saja malas membaca ulang ceritamu karena tulisan yang kamu buat tidak hidup?

Memudahkan pengembangan cerita selanjutnya

Hal yang akan memudahkan selanjutnya jika kamu membuat hidup imajinasi cerita di dalam pikiran yang kamu bentuk dalam tulisan adalah pengembangan selanjutnya. Biasanya, para penulis cerita terkenal membuat catatan kecil pada tokoh yang dibuat. Identitasnya, tujuannya, dan apa yang telah terjadi padanya selama ini. Rentetan konflik yang telah terjadi juga ditulis dalam catatan tersebut.

Tentunya kamu tidak mau repot-repot membuat hal itu bukan? Nah, untuk itu kamu harus membuat ceritamu hidup. Kalau kamu membuat ceritamu tetasa hidup, kamu akan mengingat semua kejadian cerita yang kamu tulis, paling tidak peristiwa yang besar-besar, seolah-olah terjadi dalam kehidupanmu. Bisa dibilang itu adalah kehidupan keduamu.

Bagaimana cara menghidupkan imajinasi cerita berbentuk tulisan?

Lalu, bagaimana cara menghidupkan cerita berbentuk tulisan?

05 Agustus 2018

Daring dan Luring

Pernah dengar kedua kata di atas tapi tidak tahu apa artinya?. Kalau tidak tahu, berikut penjelasannya.


10 April 2018

Penulisan Judul Kapital

Sebagaimana yang kita tahu, kalau menulis judul, setiap huruf depan dari setiap kata harus dibuat huruf kapital, kecuali kata-kata berikut.

13 Maret 2018

Majas Antonomisia & Metonimia

Mudahnya, majas antonomisia menyebut sifat atau ciri seseorang. Contoh:

●Si pintar itu menjelaskan hal itu lagi.
●Si kecil sedang bermain dengan temannya.

Lalu, majas metonimia menyebut merk untuk menyebut suatu benda.

●"Rindika, tolong belikan sebungkus kapal api!", kata Yurina.
●Kyouri membeli sasa untuk memasak.

Penjelasan:
○Kapal api yang dimaksud bukanlah sebuah kapal dengan api.

05 Maret 2018

Sudut Pandang Orang Pertama & Ketiga

Langsung saja pada contohnya.

●Sudut pandang orang pertama

Benarkah perasaan itu?. Saat yang lain kepadamu, kamu terus memandangnya. Kamu melupakan diriku yang setiap saat kamu suka. Kian lama, kian menjauh.

●Sudut pandang orang ketiga

Pada suatu pagi yang cerah, Satrio beserta teman-temannya pergi mendaki Gunung Guntur. Mereka sudah merencanakan pendakian ini sejak jauh-jauh hari. Rencananya, mereka akan menginap 2 hari 1 malam di sana. Perjalanan Satrio dan teman-temannya pun dimulai.

---

Terlihat bahwa sudut pandang orang pertama menggunakan aku, saya, dan kata ganti orang pertama lainnya. Pada sudut orang pertama juga kita seolah-olah sebagai si tokohnya.

Dalam sudut pandang orang ketiga, kita akan menemui lebih banyak kata dia, ia, mereka, dan sebagainya, serta nama-nama. Kita juga seolah hanya menonton apa yang tokoh-tokoh dalam cerita lakukan.

25 Januari 2018

Majas Parabola dan Majas Litotes

Majas parabola adalah majas yang berlebih-lebihan. Contohnya:

Rumahnya sangat luas bagai istana yang ada di cerita dongeng.

Majas litotes adalah lawannya parabola. Majas litotes seperti dikurang-kurangi. Contohnya:

Silakan masuk. Maaf rumahnya sempit. (Padahal luas)